
SEJARAH SANDI
SEKILAS BADAN PERS MAHASISWA
SANDI
SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL YOGYAKARTA
Drs Soehadi (Direktur Akademi Agraria) dalam sambutannya pada pelucuran edisi 1 Bulletin”Agrarius” antara lain mengungkapkan sebagai berikut :”Sejak awal saya memasuki dunia Akademi Agraria, salah satu program penting yang harus dilaksanakan adalah perlunya ada media yang merupakan wadah bagi penulisan ilmiah maupun kontak-kontak antar dosen, mahasiswa, dan karyawan. Selain dari pada itu media inipun diharapkan dapat menjebatani antar para Alumni Akademi Agraria dengan almamaternya ( Soehadi, 1984:1). Buletin “Agrarius” yang diluncurkan pada April 1984 tersebut ternyata tidak mampu bertahan lama, karena lima tahun kemudian 1989 sudah sama sekali hilang dari peredaran dan di duga hanya hanya berumur satu atau dua tahun saja. Pada tahun 1989 Akademi Agraria berganti nama menjadi Akademi Pertanahan Nasional (APN).
Pada tahun 1991 dimulai babak baru dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan dan demikian pula halnya dengan penerbitan pers mahasiswa. Organisasi Senat Mahasiswa yang semula pimpinannya ditunjuk dan diangkat oleh Direktur Akademi kini dipilih langsung oleh mahasiswa. Kericuhan seputar masalah pengangkatan dan pemilihan ini sudah berawal pada tahun 1989 dan baru 1991 tersebut seiring dengan terjadi perubahan kepemimpinan Direktur Akademi Pertanahan Nasional dan perubahan strategi perjuangan kemahasiswaan yang lebih mengedepankan rule of game, maka organisasi kemahasiswaan akhirnya mendapat restu untuk menentukan diri sendiri. Pada era ini cikal bakan Bulletin SANDI mulai tumbuh. Berawal dari selebaran Forum Komunikasi Antar Kelas (FKAC) mahasiswa APN angkatan 1989/1990, kemudian dalam struktur kepengurusan Senat Mahasiswa dibentuk Seksi Penerbitan dan Publikasi dan selanjutnya UKM Penerbitan.
Buletin SANDI format awalnya tidak jauh berbeda dengan Bulletin Agrarius sebagai wadah komunikasi civitas akademika. Kata “SANDI” merupakan singkatan dari “SAsaNa widDya bhumI” yakni nama dari pendopo STPN
Buletin SANDI format awalnya tidak jauh berbeda dengan Bulletin Agrarius sebagai wadah komunikasi civitas akademika. Kata “SANDI” merupakan singkatan dari “SAsaNa widDya bhumI” yakni nama dari pendopo STPN. Ide untuk mencari nama yang singkat namum mengungkapkan sesuatu datang dari percetakan. Akhirnya tercetuslah kata ”SANDI” yang singkat dan mampu menjadi simbol yang bermakna majemuk, misalnya nama ini secara pribadi merupakan ungkapan kekaguman saya (Patrick Adlay.A.Ekel Pemimpin Umum SANDI 1995-red) terhadap pribadi dan karya-karya alm Prof I Made Sandi.
Pada perkembangannya pada 10 Januari 1996 saat STPN di ketuai oleh Prof Dr Ir S.B Silalahi MS Buletin SANDI tercatatkan di Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) untuk mendapatkan ISDS ( Internasional Serial Data System ) yang berpusat di Paris, maka saat itu SANDI resmi mendapat ISSN (Internasional Standart Serial Number) untuk setap terbitannya.
Di era 1996-1997 terjadi pergolakan pergerakan kemahasiswaan di STPN, dan 1998 terjadilah munaslub yang merubah nama SENAT menjadi BEM. Dalam munaslub tersebut kinerja BEM diawasi oleh DPM. Namun karena kurang efektifnya seksi penerbitan di BEM kala itu maka terjadilan ”sidang ke dua” yang dipelopori oleh Alm Taufikurahman (Aceh) dan I Made Sumadra(SULTRA) Dalam sidang tersebut Supriadi (RIAU) dan Syariatudin (SULTENG) sebagai penanggung jawab. Dan dipilihlah Ananta (JATENG) sebagai ketua penerbitan dan pemimpin redaksi Syariatudin, sekertaris umum Supriadi. Akhirnya karena perkembangan SANDI yang kian pesat dan pendanaan dari SANDI sebagian besar dari alumni maka SANDI independen tidak masuk dalam jalur komando BEM namun tetap dalam jalur koordinasi dengan BEM.
Juli 2006 terjadi pergantian pimpinan di STPN yang membawa perubahan besar dalam gerakan kemahasiswaan. Seperti rencana dileburnya organisasi kemahasiswaan besar di STPN seperti SANDI, UKMI Darunajah dan KMBN (Menwa) ditempatkan bawah seksi atau di buat sebagai UKM. Pertentangan hebat saat itu hingga membuat vakum kegiatan kemahasiswaan sampai pertengahan periode (6 bulan) dan akhirnya semua organisasi besar tersebut dapat menerima dengan pertimbangan dan kesepakatan syarat-syarat tertentu
April 2007 prestasi tertinggi diraih SANDI dengan oplah 1500 exemplar dan rekor sebagai badan pers mahasiswa pertama yang terdistribusi merata nasional dan dikelola profesional.
( dari Patrick Adlay.A.Ekel Pemimpin Umum SANDI 1995 dan wawancara Syariatudin Pemimpin Umum SANDI 1999)
PROFIL SANDI
Nama Organisasi : Badan Pers Mahasiswa SANDI
Nama Lengkap SANDI : Sasana Widya Bhumi
Produk : Majalah SANDI
Buletin SANDI
Pertama Terbit : Tahun 1984 dengan nama Bulletin”Agrarius”
ISSN : 0853-8035 LIPI terbit 10 Januari 1996
Setifikasi : ISDS ( Internasional Serial Data System ) yang berpusat di Paris
Oplah : 1500-1750 exemplar (Majalah)
: 250-400 exemplar (Buletin)
Pendanaan : Semi Otonom
Sponsor Utama : Keluarga Alumni Peguruan Tinggi Agraria
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional
Pilindung : Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia ( BPN-RI)
Alamat : Lantai 1 Gedung Perpustakaan STPN Yogyakrata
Jl Tata Bumi 5 Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta 55293
Web Site : www.bpmsandi.com
Faximili : (0274) 617656
Kepempinan : Pemimpin Umum :
PATRICK ADLAY 1995-1996 (STPN)
RIYADI 1996-1997 (BPN Jakarta Barat)
RAHMAD 1997-1998 (BPN Kab Bekasi)
ISNAENI 1998-1999 (BPN Jawa Timur)
SYARIATUDIN 1999-2000 (BPN Toli-Toli Sulteng)
SYARIATUDIN 2000-2001 (BPN Toli-Toli Sulteng)
MINDA SARI 2001-2002 (BPN Depok)
I MADE SUMADRA 2002-2003 (BPN SULTRA)
DARMAWANG 2003-2004 (BPN Kota Surabaya)
DIDIK 2004-2005 (BPN Kota Makasar)
HARYANTO 2005-2006 (BPN Palu Sullteng)
EKO PRAMONO 2006-2007 (BPN Morowali Sulteng)
FAUZAN RAMON 2007-2008 (BPN Kalimantan Timur)
SOLEH UMAR 2008-2009 (BPN Kalimantan Barat)
ZALDI AMIR 2009-2010 (BPN Sulawesi Selatan)
Wakil Pemimpin Umum :
FAUZAN RAMON 2006-2007 (BPN Kalimantan Timur)
SOLEH UMAR 2007-2008 (BPN Kalimantan Barat)
ZALDI AMIR 2008-2009 (BPN Sulawesi Selatan)
ANDIKA ARIADARMA 2009-2010 (BPN Banten)
Pelanggan :
Majalah di konsumsi untuk pejabat di lingkungan BPN RI (Agraria), Akademisi BPN, LSM Pertanahan, PPAT/Notaris, Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Agraria (KAPTI AGRARIA)
Distribusi : Seluruh Propinsi di Indonesia (33 Propinsi)
Luar Negeri Republik Timor Leste ( Menteri Agraria Timor Leste)
Program Kerja : Diklat Jurnalistik
Diskdusi Ilmiah/Sarasehan/Seminar
Field study ke kantor-kantor pertanahan
Pelatihan SDM
Produksi merchandise BPN-STPN
Fasilitas Sekertariat : 1 ruang meeting room
1 ruang gudang dan server computer
Lain-Lain : STPN adalah sekolah tinggi kedinasan di bawah naungan Badan Pertanahan Nasional Pusat di Jakarta. STPN memiliki dua program studi yaitu D4 Pertanahan yang mahasiswanya PNS BPN dengan status tugas belajar utusan per propinsi dan D1 STPN yaitu mahasiswa dari umum (smu/stm) yang dididik untuk menjadi kader atau calon PNS di lingkungan BPN.